Saturday, October 16, 2021

BAPAK Drs. MELAN ACHMAD ADALAH IDOLA DAN INSPIRASIKU

 

BAPAK Drs. MELAN ACHMAD ADALAH IDOLA DAN INSPIRASIKU

Oleh : Dewi Hajarwati, S.Pd

 


Bapak Melan Achmad adalah sosok guru yang luar biasa tangguhnya, baik di sekolah sebagai seorang guru maupun di rumah sebagai seorang ayah bagi anak-anaknya.  Bapak selalu menanamkan pada anak-anaknya bergaullah dengan orang yang baik, maka kamu juga akan menjadi orang yang baik juga.  Tapi bila kamu salah dalam memilih teman, maka hidupmu akan terperosok sendiri.  Masa depan ada di tanganmu masing-masing, maka ukirlah dengan baik sesuai apa yang kamu cita-citakan. Bapak tidak bisa mewarisi harta, tapi hanya bisa mewarisi ilmu. Kelak dengan ilmu itu, kamu akan bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan”

Sosok bapak tidak pernah mengeluh di depan mata anak-anaknya. Hidup sebagai seorang guru yang pada saat itu gajinya masih sangat kecil, tapi mampu menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya yang berjumlah lima orang. Kami semua tidak pernah diberitahu dari mana orang tua mendapatkan uang, yang penting bagi anak-anak tugasnya belajar dan membantu pekerjaan di rumah dan dilakukan secara bersama-sama dengan saudara semua.

Saya melihat sosok seorang guru dari bapakku, yang berangkat pukul 06.00 dan pulang ke rumah pukul 17.00. dari kecil saya hanya tahu kalau mengejar itu masuk pukul 07.00 seperti layaknya saya sekolah. Tapi karena sekolah di mana bapakku mengajar jauh yaitu di Kutoarjo tepatnya di SMPN 5 Kutoarjo jauh dari rumah kami di Purworejo makanya pulangnya sampai sore.  Setiap hari bapakku naik bus ketika berangkat dan pulang mengajar.  Tidak lupa membawa bekel nasi hasil olahan masakan ibuku di rumah.  Ibu  selalu memasak untuk sarapan kami semua, juga untuk bekel bapak berangkat ke sekolah.

Ternyata setelah selesai mengajar di SMPN 5 Kutoarjo, bapak masih mengajar lagi di SMK II Kutoarjo sebagai guru Matematika.  Sungguh luar biasa perjuangannya dalam menghidupimencukupi keluarganya harus mengajar lebih dari satu sekolah.  Padahal menjadi Pegawai Negeri Sipil, tapi ternyata masih harus bekerja tambahan agar semuanya dapat tercukupi.  Belum di rumah, masih ada warung yang dijaga oleh ibuku sebagai tambahan hidup.

Terkadang bapak juga masih mengajar les matematika bagi siswa-siswinya di SMK.  Karena bapak mengajar matematika kelas 12 sebagai persiapan untuk Ujian Nasional. Kesabaran dan kepiawaiannya dalam mengajar Matematika membuat siswanya sangat senang bila diajar bapak.  Ketulusannya dalam mengajar sungguh luar biasa.  Bagaimana tidak terkadang ada siswanya yang ikutan les bilang, “Pak Melan, Saya boleh ikut les, tapi bayarnya kalau udah panen padi ya,” kata siswanya kepada bapak.  Bapak tetap mempersilakan siswanya untuk tetap mengikuti pelajaran matematika yang diajarkan sebagai pelajaran tambahan.

Ada juga yang bilang, “Pak Melan, saya mau ikut les. Nanti bayar kalau sudah punya uang ibu saya.” Katanya penuh harap. Bapakpun tetap mempersilakan siswanya untuk mengikuti les.  Dalam kegiatan tambahan pelajaran, ada yang membayar uang les, tapi ada juga siswanya yang tidak membayar setelah selesai belajar bahkan sampai lulus. Tapi semua diterima penuh keikhlasan. Tidak pernah membicarakan ataupun mengingkitnya.  Sungguh luar biasa bagiku. Keteladan bapak sebagai seorang guru penuh ikhlas dalam mengajari siswa-siswanya, merupakan panutan siapa saja, khususnya panutan bagi rekan sejawat dan siswa-siswinya.

Sebagai guru yang menjalani profesinya secara sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan mengantarkan bapak sebagai Guru Teladan atau Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Purworejo. Sungguh prestasi yang dapat dibanggkan oleh semua orang dan saya pribadi sebagai anaknya.  Tidak itu juga, karena kesabaran dan dedikasi yang tinggi, bapak juga dipilih sebagai ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) wilayah Kutoarjo, Kabupaten Purworejo.

Prestasi yang ditorehkan sebagai guru sungguh luar biasa. Bapak dijadikan sebagai guru inspirasi bagi semua orang.  Ide dan buah pikirannya selalu dijadikan bahan pertimbangan oleh siapa saja, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Sampai-sampai di masyarakat sekitar rumah, bapak dipilih sebagai Ketua Rukun Warga (RW) 04 di Kampung Brenkelan, Purworejo.

Kini, bapak sudah pensiun, namun semangat bekerja masih terus bergelora di dada beliau. Pantang menyerah selalu optimis dan membuat terobosan-terobosan dalam berkarya.  Di rumah, bapak tinggal bersama adikku laki-laki, namanya Agus Saputro.  Setelah lulus kuliah dari Universitas Gajah Mada dan menikah, adikku membuka usaha kuliner yaitu Raja Jamur Krispi. Dia selalu membuka lapaknya di pinggir jalan Urip Sumoharjo.


Bapak selalu membantu dalam berjualan, meskipun sudah dilarang sama adikku untuk istirahat di rumah. Karena semangat kerja yang tinggi dalam membantu anaknya dalam menjajakan jualannya, membuat dagangannya viral se-kabupaten Purworejo.  Bagaimana tidak, melalui sosial media Tiktok dan Tulisan di Instagram yang dibuat oleh siswanya yang sudah lulus. Karena berita dari sosial media itu, menjadikan warung lapak Raja Jamur Krispi menjadi benar-benar viral.

Banyak siswanya yang datang hanya sekedar ingin melihat dan bersilaturahmi dengan membeli jamur krispi yang dijajakan bapak. Ada juga yang datang menangis melihat gurunya dulu sekarang hidupnya sebagai penjual jamur di pinggir jalan. Mereka sangat prihatin, karena bapak pensiunan guru masih bekerja untuk menghidupi keluarganya dengan menjajakan jamur krispi. 

Sebetulnya bukan hanya untuk bekerja memenuhi hidup, tapi bapak bekerja keras untuk memberikan contoh kepada anak laki satu-satunya bagaimana untuk berdagang yang solid, juga memberikan semangat, ide-ide yang cemerlang dalam meningkatkan penjualan.

Keteladanan bapak Melan Achmad, sungguh membuat saya sebagai anak sangat terinspirasi. Bagaimana tidak, meskipun sudah pensiun dari ASN dan sebagai seorang guru yang berprofesi sama seperti saya, tapi semangat untuk berjuang dan berkarya masih tetap di jalankan. Di mana orang yang seusianya sudah banyak yang sakit dan juga ada yang sudah meninggal dunia. Alhamdulillah, bapakku tetap enjoy dan masih semangat dalam berkarya di usianya yang ke-75. Tetap semangat bapak dan semoga selalu sehat...aamiin

 



PUISI SUPRAVIOLI

 

Rahmat Illahi

 

Raih asa

Semangat juang

Tanpa lelah

Ridho Illahi

 

Bersyukurlah

Pada Yang Agung

Atas Rizky

Terasa indah

 

Tak kan habis

PemberianMu

Untuk kita

Seluruh umat

 

Hati tentram

Jalani langkah

Tanpa beban

Betapa nikmat

 

Berbagilah

Pada sesama

Lapang Rizki

Rahmat Illahi

 

Supravioli_1

 

Perjuangan

 

Perjuangan

Meraih asa

Tanpa lelah

Terus melangkah

 

Ayo, kita

Semangat kerja

Demi cita

Yang akan datang

 

Kumelangkah

Raih prestasi

Demi bangsa

Tanpa terasa

 

Kerikil pun

Di depan mata

Terus jalan

Pantang menyerah

 

Kerja keras

Slalu berjuang

Tak berhenti

Terus dikejar

 

(Supraviroli_2)

 

 Pengabdian

 

Hari hari

Bimbing siswa

Tekat bulat

Raih prestasi        

 

Singsing lengan

Capai harapan

Demi bangsa

Indonesiaku

 

Junjung tinggi

Etika bangsa

Beri contoh

Pada semua

 

Semangatku

Padamu negri

Kuberikan

Jiwa ragaku

 

Senyum indah

Terasa kuat

Menjalani

Perjuanganku

 

(Supraviroli_3)

 

 

Cinta

 

Kumerasa

Hati berbunga

Tak tergambar

Indahnya dunia

 

Rindu redam

Diam berjuta

Bibir senyum

Hati berbunga

 

Rasa rindu

Tertanam kuat

Kuberikan

Pada kekasih

 

Senyum manis

Mata berseri

Memandangku

Kekasih hati

 

Rasa cinta

Terlukis sudah

Pada wajah

Terasa indah

 

(Supraviroli_4)

 

 

Kawan

 

Teman lama

Terasa asing

Slalu ada

Di depan mata

 

Membantuku

Setiap waktu

Bila perlu

Datang padaku

 

Maupun sibuk

Dengan urusan

Tapi hadir

Bila kusedih

 

Kawan baik

Tak hitung waktu

Mengingatkan

Pesan abadi

 

Rasa sedih

Lihat dirimu

Pendam rasa

Tanpa bicara

 

Supraviroli_


5

 

 

Tambun, 3 Juni 2020

 


 

Wednesday, September 1, 2021

NASI GORENG NIKMAT

Oleh: Dewi Hajarwati

Seperti biasa setiap habis sholat Magrib berjamaah, pertanyaan yang selalu muncul dari bontotku adalah, "Mah, mau makan apa?"

Rasanya seperti tersanjung mendengar kalimat itu. Tertantang ingin menyuguhkan hidangan yang spesial untuk keluarga.

Menu makan malam apa yang cocok untuk hari ini. Untuk itu musyawarah pun dilakukan, antara membeli atau masak sendiri. 

Bila membeli, udah kemaren, bila masak masih terasa capek nich. Akhirnya dibagi tugas kepada semuanya. Si kakak bagian masak,. Bontot memetik sayur di lantai atas dan membeli kerupuk. Sedangkan saya membuat bumbu.

Persiapan selesai, bagian kakak memasak nasi goreng dan membagi pada piring-piring. Ternyata luar biasa, jadi rame sekali dapur karena seff nya sampai tiga orang.

Begitu selesai dan dihidangkan, semua terasa nikmat senikmat nasi goreng buatan kakak.

Tambun Selatan, 27-08-21
Dewi Literasi 🌹

TAK BERTEPI

Oleh: Dewi Hajarwati

Di penghujung malam terasa senyap ditelan gelap. Tidak kudengar suara mengalun meski hanya sesaat. Sepi tak berpenghuni.

Ingin kupejam mata, yang menari untuk mencari. Telusuri setiap angan yang berjalan, lalu lelah mandang  bayang-bayang yang mulai pudar ditelan awan

Ku coba rebahkan raga lepaskan rasa. Sejenak terbuai dalam mimpi yang tak terlukis. Mulut berzikir menyebut  asma Allah. Kepasrahan jiwa raga sepenuh hati, bagai laut tak bertepi

Tambun, 31-08-21
Dewi Literasi🌹

Wednesday, October 21, 2020

CERITA SEPUTAR HOME VISIT

CERITA SEPUTAR HOME VISIT 
Penulis: Dewi Hajarwati

Kegiatan home visit yang wajib dilakukan oleh guru kepada siswa, membawa cerita tersendiri bagi guru, siswa, dan orang tua.  Selama kegiatan belajar mengajar dari awal tahun pembelajaran yaitu bulan Juli, guru dan siswa belum pernah bertemu. Hanya tugas dan pembelajaran secara Daring.

Kegiatan sekolah selama ini selalu dilakukan melalui Daring, yaitu dengan aplikasi WA. Guru memberikan tugas sekolah dengan cara memfoto tugas dan dikirim lewat WA, ataupun guru memberikan pembelajarannya dengan aplikasi you tube. 

Setelah selesai pembelajaran, siswa memfoto tugas dan dirinya kembali ke guru masing-masing sebagai bukti keaktifan siswa dalam belajar. Komunikasi secara langsung tetapi hanya lewat dunia maya, kurang membuat siswa untuk semangat dalam belajar. Terkadang ada saja siswa yang tidak mengumpulkan tugas dengan seribu alasan. 

Mau tidak mau, guru harus bersikap sabar dan lapang dada menghadapi permasalahan yang klasik seperti ini. Terkadang guru berputar otak untuk membuat inovasi agar kegiatan belajar mengajar ini tidak monoton dan membosankan. Meskipun guru sudah melakukan pembelajaran inovatif, masih saja ada kendala.

Home Visit, merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang diterapkan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana siswa kita dalam mengikuti pembelajaran yang kita berikan. Namun kegiatan home visit ini hanya dilakukan minimal satu kali dalam sebulan, sesuai program pemerintah. Dan kegiatan ini tidak boleh dilakukan sering kali. 

Sebelum kita melakukan home visit, maka guru memberikan informasi ke group kelas, siapa saja yang bersedia untuk dikunjungi guru dalam melaksanakan pembelajaran. Ijin orang tua dan kesediaan rumahnya untuk tempat belajar. Namun pembelajaran yang dilakukan  saat home visit berbeda dengan kegiatan pembelajaran di sekolah.  Hal ini karena keterbatasan waktu. Kegiatannya dengan memberi motivasi pada siswa agar tetap semangat dalam belajar meskipun dalam masa Pandemi. Sedikit materi sebagai penguat pembelajaran.

Hari ini, saya melaksanakan home visit di rumah salah satu siswa namanya Syafira. Siswa kelas 6.   Karena belum tahu rumahnya, maka siswa tersebut  menjemput kedatangan Bu guru. Kemudian kamipun membuat janji, dan Syafira telah menanti kami di ujung jembatan. 

Ketika saya sampai jembatan ternyata sudah menunggu tiga siswa yang mengenakan seragam olah raga. Kebetulan hari ini ada pelajaran olah raga. Sengaja kunjungan kali ini saya bersama mitra kerja yang biasa dipanggil dengan Bu Hasna. 

Dengan mengendarain sepeda motor,  sedangkan ketiga siswaku berlari-lari mengikuti kami dari belakang. Kendaraan berjalan sangat pelan menyesuaikan jalannya anak-anak. 

Perjalanan menuju rumahnya sangat menarik karena melewati hamparan rongsong yang menggunung di sebelah kiri, sedangkan di sisi kanan mengalir sungai yang lumayan deras airnya. Mereka berlari dengan bahagia mengikuti laju motor gurunya. Memang selama ini  belum pernah bertatap muka secara langsung.

Sungguh luar biasa, semangat anak-anak untuk belajar.  Begitu sampai di rumah Syafira, orang tuanya menyambut dengan tangan terbuka dan senyum bahagia karena gurunya datang untuk mengajar di rumahnya. 

Pembelajaranpun dimulai dengan tetap menggunakan protokoler kesehatan dan sosial distance.  Ternya belajar dengan langsung bertatap muka antara guru dan siswa dapat memudahkan siswa untuk memahami materi. Pembelajaran melalui foto atau aplikasi you tube kurang dapat diserap oleh siswa. 

Setelah selesai kegiatan, orang tua mengisi surat pernyataan kesediaan mengijinkan untuk belajar di rumahnya. Kemudian kamipun kembali ke sekolah untuk menyelesaikan tugas yang lain dengan perasaan bahagia 

Salam Literasi.

Friday, October 2, 2020

PERUBAHAN ENERGI LISTRIK DALAM KEHIDUPAN

 PERUBAHAN ENERGI LISTRIK DALAM KEHIDUPAN

Penulis : Dewi Hajarwati, S.Pd


Manusia selalu membutuhkan energi dalam melakukan aktivitas, karena energi merupakan sumber tenaga untuk melakukan segala hal. Peran energi bagi manusia sangatlah penting. Tanpa energi, manusia akan merasa lemas. Energi yang dibutuhkan manusia untuk tetap beraktivitas adalah dengan makan. Makan merupakan energi kimia yang akan dirubah oleh tubuh menjadi energi gerak, dan energi suara. 

Dalam melakukan aktivitas manusia juga membutuhkan energi listrik. Hampir semua kegiatan manusia menggunakan energi listrik. Energi listrik dapat diubah menjadi energi lain sesuai kebutuhannya seperti:

1. Energi listrik dirubah menjadi energi gerak.

   Contoh : 

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi gerak adalah: 

a. Kipas angin 

b. Mesin cuci

c. Blender

d. Eskalator/lift

 

2. Energi listrik dirubah menjadi enargi panas atau kalor : 

    Contoh:  

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi panas atau kalor adalah: 

a. Kompor listrik

b. Solder

c. Rice cooker

d. Hair dryer

e. Oven Microwave

 

3. Energi listrik diubah menjadi enargi cahaya

    Contoh:  

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi cahaya adalah: 

a. Lampu

b. Senter


4. Energi listrik dirubah menjadi enargi suara

    Contoh:  

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi suara adalah: 

a. Radio

b. Bel listrik

c. Alarm

d. Sirine


5. Energi listrik dirubah menjadi enargi cahaya dan suara

    Contoh:  

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi cahaya dan suara adalah: 

a. Televisi

b. Komputer

c. Laptop


6. Energi listrik dirubah menjadi enargi kimia

    Contoh:  

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi kimia adalah: 

a. Accumulator (akki)

b. Charger HP/Laptop




Monday, September 28, 2020

KREATIF BERSAMA BLOG

Penulis : Dewi Hajarwati

Hari ini, Senin 28 September 2020 pukul 13.00. Saya mengikuti kegiatan Wibinar yang diselenggarakan oleh APKS PGRI Jawa Timur. Kegiatan ini dipandu oleh seorang guru yang sangat inspiratif di samping itu juga beliau seorang blogger. Namanya bapak Wijaya Kusuma atau lebih dikenal lagi dengan nama On Jay.

Kegiatan Wibinar dengan tema Membuat Blog itu Mudah diselenggarakan selama empat hari berturut-turut dari hari ini, 28 September 2020 sampai dengan tanggal 1 Oktober 2020. Meskipun pelaksanaannya secara Daring melalui aplikasi zoom, nanti sangat menarik. Pemaparan yang sederhana penuh inspiratif bagi guru-guru muda membuat saya lebih antusias dalam mengikutinya.

Bagi seorang guru, mengikuti kegiatan Wibinar pembuatan blog pembelajaran sungguh tepat. Masa Pandemi yang belum tahu ujungnya menuntut para guru untuk lebih kreatif dalam melakukan pembelajaran kepada peserta didiknya.

Guru harus bisa melakukan inovasi pembelajaran kepada peserta didik agar mereka lebih antusias dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan yang dilakukan secara Daring sangat cocok dan lebih efektif jika menggunakan blog.

Makanya saya ingin sekali belajar membuat pembelajaran dengan menggunakan blog. Media pembelajaran yang unik sangat tertantang untuk tetap terus mengikuti kegiatan Wibinar ini.