Wednesday, October 21, 2020

CERITA SEPUTAR HOME VISIT

CERITA SEPUTAR HOME VISIT 
Penulis: Dewi Hajarwati

Kegiatan home visit yang wajib dilakukan oleh guru kepada siswa, membawa cerita tersendiri bagi guru, siswa, dan orang tua.  Selama kegiatan belajar mengajar dari awal tahun pembelajaran yaitu bulan Juli, guru dan siswa belum pernah bertemu. Hanya tugas dan pembelajaran secara Daring.

Kegiatan sekolah selama ini selalu dilakukan melalui Daring, yaitu dengan aplikasi WA. Guru memberikan tugas sekolah dengan cara memfoto tugas dan dikirim lewat WA, ataupun guru memberikan pembelajarannya dengan aplikasi you tube. 

Setelah selesai pembelajaran, siswa memfoto tugas dan dirinya kembali ke guru masing-masing sebagai bukti keaktifan siswa dalam belajar. Komunikasi secara langsung tetapi hanya lewat dunia maya, kurang membuat siswa untuk semangat dalam belajar. Terkadang ada saja siswa yang tidak mengumpulkan tugas dengan seribu alasan. 

Mau tidak mau, guru harus bersikap sabar dan lapang dada menghadapi permasalahan yang klasik seperti ini. Terkadang guru berputar otak untuk membuat inovasi agar kegiatan belajar mengajar ini tidak monoton dan membosankan. Meskipun guru sudah melakukan pembelajaran inovatif, masih saja ada kendala.

Home Visit, merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang diterapkan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana siswa kita dalam mengikuti pembelajaran yang kita berikan. Namun kegiatan home visit ini hanya dilakukan minimal satu kali dalam sebulan, sesuai program pemerintah. Dan kegiatan ini tidak boleh dilakukan sering kali. 

Sebelum kita melakukan home visit, maka guru memberikan informasi ke group kelas, siapa saja yang bersedia untuk dikunjungi guru dalam melaksanakan pembelajaran. Ijin orang tua dan kesediaan rumahnya untuk tempat belajar. Namun pembelajaran yang dilakukan  saat home visit berbeda dengan kegiatan pembelajaran di sekolah.  Hal ini karena keterbatasan waktu. Kegiatannya dengan memberi motivasi pada siswa agar tetap semangat dalam belajar meskipun dalam masa Pandemi. Sedikit materi sebagai penguat pembelajaran.

Hari ini, saya melaksanakan home visit di rumah salah satu siswa namanya Syafira. Siswa kelas 6.   Karena belum tahu rumahnya, maka siswa tersebut  menjemput kedatangan Bu guru. Kemudian kamipun membuat janji, dan Syafira telah menanti kami di ujung jembatan. 

Ketika saya sampai jembatan ternyata sudah menunggu tiga siswa yang mengenakan seragam olah raga. Kebetulan hari ini ada pelajaran olah raga. Sengaja kunjungan kali ini saya bersama mitra kerja yang biasa dipanggil dengan Bu Hasna. 

Dengan mengendarain sepeda motor,  sedangkan ketiga siswaku berlari-lari mengikuti kami dari belakang. Kendaraan berjalan sangat pelan menyesuaikan jalannya anak-anak. 

Perjalanan menuju rumahnya sangat menarik karena melewati hamparan rongsong yang menggunung di sebelah kiri, sedangkan di sisi kanan mengalir sungai yang lumayan deras airnya. Mereka berlari dengan bahagia mengikuti laju motor gurunya. Memang selama ini  belum pernah bertatap muka secara langsung.

Sungguh luar biasa, semangat anak-anak untuk belajar.  Begitu sampai di rumah Syafira, orang tuanya menyambut dengan tangan terbuka dan senyum bahagia karena gurunya datang untuk mengajar di rumahnya. 

Pembelajaranpun dimulai dengan tetap menggunakan protokoler kesehatan dan sosial distance.  Ternya belajar dengan langsung bertatap muka antara guru dan siswa dapat memudahkan siswa untuk memahami materi. Pembelajaran melalui foto atau aplikasi you tube kurang dapat diserap oleh siswa. 

Setelah selesai kegiatan, orang tua mengisi surat pernyataan kesediaan mengijinkan untuk belajar di rumahnya. Kemudian kamipun kembali ke sekolah untuk menyelesaikan tugas yang lain dengan perasaan bahagia 

Salam Literasi.

Friday, October 2, 2020

PERUBAHAN ENERGI LISTRIK DALAM KEHIDUPAN

 PERUBAHAN ENERGI LISTRIK DALAM KEHIDUPAN

Penulis : Dewi Hajarwati, S.Pd


Manusia selalu membutuhkan energi dalam melakukan aktivitas, karena energi merupakan sumber tenaga untuk melakukan segala hal. Peran energi bagi manusia sangatlah penting. Tanpa energi, manusia akan merasa lemas. Energi yang dibutuhkan manusia untuk tetap beraktivitas adalah dengan makan. Makan merupakan energi kimia yang akan dirubah oleh tubuh menjadi energi gerak, dan energi suara. 

Dalam melakukan aktivitas manusia juga membutuhkan energi listrik. Hampir semua kegiatan manusia menggunakan energi listrik. Energi listrik dapat diubah menjadi energi lain sesuai kebutuhannya seperti:

1. Energi listrik dirubah menjadi energi gerak.

   Contoh : 

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi gerak adalah: 

a. Kipas angin 

b. Mesin cuci

c. Blender

d. Eskalator/lift

 

2. Energi listrik dirubah menjadi enargi panas atau kalor : 

    Contoh:  

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi panas atau kalor adalah: 

a. Kompor listrik

b. Solder

c. Rice cooker

d. Hair dryer

e. Oven Microwave

 

3. Energi listrik diubah menjadi enargi cahaya

    Contoh:  

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi cahaya adalah: 

a. Lampu

b. Senter


4. Energi listrik dirubah menjadi enargi suara

    Contoh:  

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi suara adalah: 

a. Radio

b. Bel listrik

c. Alarm

d. Sirine


5. Energi listrik dirubah menjadi enargi cahaya dan suara

    Contoh:  

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi cahaya dan suara adalah: 

a. Televisi

b. Komputer

c. Laptop


6. Energi listrik dirubah menjadi enargi kimia

    Contoh:  

Peralatan yang merubah energi listrik menjadi energi kimia adalah: 

a. Accumulator (akki)

b. Charger HP/Laptop




Monday, September 28, 2020

KREATIF BERSAMA BLOG

Penulis : Dewi Hajarwati

Hari ini, Senin 28 September 2020 pukul 13.00. Saya mengikuti kegiatan Wibinar yang diselenggarakan oleh APKS PGRI Jawa Timur. Kegiatan ini dipandu oleh seorang guru yang sangat inspiratif di samping itu juga beliau seorang blogger. Namanya bapak Wijaya Kusuma atau lebih dikenal lagi dengan nama On Jay.

Kegiatan Wibinar dengan tema Membuat Blog itu Mudah diselenggarakan selama empat hari berturut-turut dari hari ini, 28 September 2020 sampai dengan tanggal 1 Oktober 2020. Meskipun pelaksanaannya secara Daring melalui aplikasi zoom, nanti sangat menarik. Pemaparan yang sederhana penuh inspiratif bagi guru-guru muda membuat saya lebih antusias dalam mengikutinya.

Bagi seorang guru, mengikuti kegiatan Wibinar pembuatan blog pembelajaran sungguh tepat. Masa Pandemi yang belum tahu ujungnya menuntut para guru untuk lebih kreatif dalam melakukan pembelajaran kepada peserta didiknya.

Guru harus bisa melakukan inovasi pembelajaran kepada peserta didik agar mereka lebih antusias dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan yang dilakukan secara Daring sangat cocok dan lebih efektif jika menggunakan blog.

Makanya saya ingin sekali belajar membuat pembelajaran dengan menggunakan blog. Media pembelajaran yang unik sangat tertantang untuk tetap terus mengikuti kegiatan Wibinar ini.

Friday, May 8, 2020