CERITA SEPUTAR HOME VISIT
Penulis: Dewi Hajarwati
Kegiatan sekolah selama ini selalu dilakukan melalui Daring, yaitu dengan aplikasi WA. Guru memberikan tugas sekolah dengan cara memfoto tugas dan dikirim lewat WA, ataupun guru memberikan pembelajarannya dengan aplikasi you tube.
Setelah selesai pembelajaran, siswa memfoto tugas dan dirinya kembali ke guru masing-masing sebagai bukti keaktifan siswa dalam belajar. Komunikasi secara langsung tetapi hanya lewat dunia maya, kurang membuat siswa untuk semangat dalam belajar. Terkadang ada saja siswa yang tidak mengumpulkan tugas dengan seribu alasan.
Mau tidak mau, guru harus bersikap sabar dan lapang dada menghadapi permasalahan yang klasik seperti ini. Terkadang guru berputar otak untuk membuat inovasi agar kegiatan belajar mengajar ini tidak monoton dan membosankan. Meskipun guru sudah melakukan pembelajaran inovatif, masih saja ada kendala.
Home Visit, merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang diterapkan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana siswa kita dalam mengikuti pembelajaran yang kita berikan. Namun kegiatan home visit ini hanya dilakukan minimal satu kali dalam sebulan, sesuai program pemerintah. Dan kegiatan ini tidak boleh dilakukan sering kali.
Sebelum kita melakukan home visit, maka guru memberikan informasi ke group kelas, siapa saja yang bersedia untuk dikunjungi guru dalam melaksanakan pembelajaran. Ijin orang tua dan kesediaan rumahnya untuk tempat belajar. Namun pembelajaran yang dilakukan saat home visit berbeda dengan kegiatan pembelajaran di sekolah. Hal ini karena keterbatasan waktu. Kegiatannya dengan memberi motivasi pada siswa agar tetap semangat dalam belajar meskipun dalam masa Pandemi. Sedikit materi sebagai penguat pembelajaran.
Hari ini, saya melaksanakan home visit di rumah salah satu siswa namanya Syafira. Siswa kelas 6. Karena belum tahu rumahnya, maka siswa tersebut menjemput kedatangan Bu guru. Kemudian kamipun membuat janji, dan Syafira telah menanti kami di ujung jembatan.
Ketika saya sampai jembatan ternyata sudah menunggu tiga siswa yang mengenakan seragam olah raga. Kebetulan hari ini ada pelajaran olah raga. Sengaja kunjungan kali ini saya bersama mitra kerja yang biasa dipanggil dengan Bu Hasna.
Dengan mengendarain sepeda motor, sedangkan ketiga siswaku berlari-lari mengikuti kami dari belakang. Kendaraan berjalan sangat pelan menyesuaikan jalannya anak-anak.
Perjalanan menuju rumahnya sangat menarik karena melewati hamparan rongsong yang menggunung di sebelah kiri, sedangkan di sisi kanan mengalir sungai yang lumayan deras airnya. Mereka berlari dengan bahagia mengikuti laju motor gurunya. Memang selama ini belum pernah bertatap muka secara langsung.
Sungguh luar biasa, semangat anak-anak untuk belajar. Begitu sampai di rumah Syafira, orang tuanya menyambut dengan tangan terbuka dan senyum bahagia karena gurunya datang untuk mengajar di rumahnya.
Pembelajaranpun dimulai dengan tetap menggunakan protokoler kesehatan dan sosial distance. Ternya belajar dengan langsung bertatap muka antara guru dan siswa dapat memudahkan siswa untuk memahami materi. Pembelajaran melalui foto atau aplikasi you tube kurang dapat diserap oleh siswa.
Setelah selesai kegiatan, orang tua mengisi surat pernyataan kesediaan mengijinkan untuk belajar di rumahnya. Kemudian kamipun kembali ke sekolah untuk menyelesaikan tugas yang lain dengan perasaan bahagia
No comments:
Post a Comment